Opini
Oleh: HATOMI
Pimpinan PT Media Sumber Berita – Focusberita.com
Lembaga Pemasyarakatan bukan tempat untuk sekadar mengurung manusia di balik tembok. Lapas adalah tempat membina, mendidik dan menggembleng seseorang agar ketika kembali ke masyarakat, ia menjadi manusia yang lebih baik.
Mentalnya dibina. Spiritualnya diperkuat. Keterampilannya diasah. Kesadarannya ditumbuhkan.
Lalu bagaimana jika tempat pembinaan justru diduga menjadi ruang tumbuhnya praktik yang bertentangan dengan tujuan pemasyarakatan?
Dugaan peredaran narkoba, bisnis ilegal, permainan uang, hingga praktik sogok-menyogok di dalam Lapas tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa apabila benar terjadi.
Sebab jangan sampai seseorang masuk Lapas untuk menjalani hukuman, tetapi keluar justru membawa jaringan kejahatan yang lebih luas.
Ini bukan soal mencari-cari kesalahan. Ini soal menjaga marwah Lembaga Pemasyarakatan.
Jangan biarkan ulah segelintir oknum mencoreng nama baik seluruh institusi dan petugas yang menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Lapas harus menjadi tempat memutus mata rantai kejahatan, bukan tempat kejahatan mencari ruang baru untuk berkembang.
Maka pengawasan harus benar-benar kuat, pembinaan harus benar-benar berjalan, dan setiap dugaan penyimpangan harus diperiksa secara objektif serta ditindak sesuai ketentuan apabila terbukti.
Karena marwah Lapas bukan hanya terletak pada kokohnya tembok dan ketatnya penjagaan, tetapi pada integritas orang-orang yang menjalankan amanah di dalamnya.
Pertanyaan kita sederhana:
Ketika seorang warga binaan keluar dari Lapas, apakah ia membawa bekal untuk menjadi manusia yang lebih baik, atau justru membawa pelajaran baru tentang bagaimana menjalankan kejahatan?
Inilah yang harus dijawab.
Jangan sampai lembaga yang seharusnya membina manusia justru kehilangan marwahnya karena ulah oknum.
Lapas harus menjadi tempat memperbaiki manusia, bukan tempat merusak masa depan manusia.

Social Header