BANGKA SELATAN-FOCUSBERITA.COM – Kepedulian sejati tidak diukur dari berapa lama seseorang menduduki jabatan, tetapi dari seberapa cepat ia hadir ketika masyarakat membutuhkan uluran tangan.
Hal inilah yang ditunjukkan Akbar Septa Andika, anggota DPRD Kabupaten Bangka Selatan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Meski baru saja dilantik, ia telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
Setelah sebelumnya membantu anak-anak yatim dan memberikan bantuan sumur umum untuk kepentingan masyarakat, kini Akbar kembali menunjukkan kepeduliannya dengan turun langsung membantu warga Desa Serdang yang tertimpa musibah kebakaran.
Bersama timnya, SEPTA mendatangi lokasi kejadian untuk melihat langsung kondisi masyarakat terdampak sekaligus menyerahkan bantuan kebutuhan pokok sehari-hari, berupa beras, mi instan, gula, minuman, dan berbagai kebutuhan lainnya.
Bantuan tersebut mungkin tidak dapat mengembalikan rumah dan harta benda yang hilang dalam sekejap. Namun, di tengah kesedihan dan ketidakpastian yang dirasakan para korban, uluran tangan itu diharapkan dapat sedikit meringankan beban sekaligus menghadirkan harapan bahwa mereka tidak sendirian menghadapi cobaan.
BAGI SEPTA, PENDERITAAN RAKYAT BUKAN SEKADAR ANGKA, MELAINKAN PANGGILAN HATI.
Kehadiran seorang wakil rakyat di tengah masyarakat yang sedang berduka memiliki arti lebih dari sekadar menyerahkan bantuan.
Ada pesan kemanusiaan yang ingin disampaikan: bahwa jabatan bukanlah alasan untuk menjaga jarak dari rakyat, melainkan amanah untuk semakin dekat dan peka terhadap kesulitan mereka.
Dalam kesempatan tersebut, Akbar menyampaikan bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan tanggung jawab bersama, terlebih sebagai sesama saudara Muslim yang diajarkan untuk saling membantu dan merasakan penderitaan orang lain.
“Ketika saudara kita tertimpa musibah, jangan biarkan mereka merasa berjuang sendirian. Apa yang mereka rasakan, setidaknya harus mampu kita rasakan juga.
Ketika mereka bersedih, mari hadir untuk menguatkan. Ketika mereka kesulitan, mari ulurkan tangan sesuai kemampuan kita,” ungkapnya.
Ia juga mengajak Pemerintah Daerah, para dermawan, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh lapisan masyarakat untuk bergotong royong membantu para korban kebakaran di Desa Serdang.
Menurutnya, musibah tidak pernah memilih siapa yang akan mengalaminya.
Hari ini saudara kita yang diuji, dan tidak ada yang tahu bagaimana keadaan kita esok hari. Karena itu, jangan menunggu menjadi orang kaya untuk berbagi, dan jangan menunggu diminta untuk menunjukkan kepedulian.
“Mari kita sisihkan sedikit rezeki, tenaga, dan perhatian untuk saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Bagi kita mungkin bantuan itu sederhana, tetapi bagi mereka yang sedang kehilangan tempat tinggal dan harta benda, bantuan tersebut bisa menjadi penguat untuk kembali bangkit,” demikian pesan kepedulian yang disampaikannya.
Akbar juga mengingatkan bahwa penanganan masyarakat terdampak bencana membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Kehadiran pemerintah bukan semata-mata bentuk kepedulian, melainkan bagian dari tanggung jawab untuk memastikan masyarakat memperoleh pertolongan dan kebutuhan dasar yang diperlukan.
Ia berharap para korban kebakaran di Desa Serdang diberikan ketabahan, kekuatan, serta kemudahan untuk kembali menata kehidupan mereka.
KEPEDULIAN YANG DIHARAPKAN MENJADI GERAKAN BERSAMA
Apa yang dilakukan Akbar Septa Andika menjadi pengingat bahwa nilai seorang wakil rakyat tidak hanya terlihat ketika menyampaikan pidato di ruang sidang, tetapi juga ketika ia bersedia hadir di tengah air mata dan kesulitan masyarakat.
Rakyat tidak selalu membutuhkan janji besar. Terkadang, mereka hanya membutuhkan seseorang yang mau datang, mendengar, memahami, dan membantu ketika kehidupan sedang terasa berat.
Semoga langkah kepedulian ini menjadi inspirasi bagi para pemangku kebijakan dan masyarakat luas untuk terus m

Social Header