Breaking News

PERDA PAKAIAN ADAT ITU PENTING, TETAPI PERDA AKHLAK JAUH LEBIH MENDESAK


Oleh HATOMI 
Pimpinan media sumber berita 
Focusberita.com

Bangka Selatan-Focusberita.com
Tidak ada yang salah dengan lahirnya Perda Pakaian Adat. Bahkan itu merupakan langkah yang baik untuk menjaga identitas budaya daerah agar tidak hilang ditelan zaman. Anak-anak sekolah perlu dikenalkan kepada pakaian adat sebagai simbol penghormatan kepada leluhur dan warisan budaya bangsa.

Namun pertanyaannya, apakah cukup hanya membenahi pakaian yang menempel di badan, sementara akhlak yang ada di dalam jiwa justru semakin terkikis?

Hari ini kita hidup di zaman yang penuh ironi. Banyak anak muda berpakaian rapi, tetapi kurang menghormati guru. 

Banyak yang berpendidikan tinggi, tetapi miskin sopan santun. Banyak yang pandai berbicara, tetapi kehilangan kejujuran.

 Bahkan tidak sedikit orang yang memiliki jabatan tinggi, namun menjadikan kekuasaan sebagai alat untuk memperkaya diri sendiri.
Inilah yang disebut degradasi akhlak.

Kita tidak sedang kekurangan orang pintar. Sekolah dan perguruan tinggi setiap tahun meluluskan ribuan sarjana. Tetapi mengapa korupsi masih merajalela?

 Mengapa narkoba terus menghancurkan generasi muda? Mengapa kekerasan, fitnah, dan kebencian semakin mudah ditemukan?

Jawabannya karena ilmu berkembang lebih cepat daripada akhlak. Kecerdasan tumbuh, tetapi hati tidak dididik. Otak diasah, tetapi moral diabaikan.

Karena itu, jika pemerintah daerah serius memikirkan masa depan generasi muda, maka selain Perda Pakaian Adat, perlu ada kebijakan yang benar-benar memperkuat pendidikan akhlak, etika, adab, dan karakter siswa. 

Sekolah harus menjadi tempat lahirnya generasi yang bukan hanya cerdas, tetapi juga beriman, jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan menghormati orang tua serta guru.

Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra'd: 11)

Perubahan besar tidak dimulai dari pakaian yang dikenakan tubuh, tetapi dari hati yang dipenuhi keimanan dan akhlak mulia.
Bangsa ini tidak akan hancur karena kurangnya gedung megah atau teknologi canggih. Bangsa ini akan hancur apabila akhlak generasinya runtuh. 

Ketika kejujuran dianggap kebodohan, ketika amanah dianggap beban, dan ketika korupsi dianggap jalan cepat menuju kekayaan, saat itulah kehancuran sedang menunggu.

Pakaian adat adalah kehormatan jasmani. Tetapi akhlak adalah kehormatan rohani. Pakaian adat hanya terlihat oleh mata manusia, sedangkan akhlak dilihat oleh Allah SWT dan menjadi penentu kemuliaan seseorang di dunia maupun di akhirat.

Mari kita lestarikan pakaian adat sebagai kebanggaan budaya. Namun jangan lupa membangun pakaian akhlak sebagai benteng peradaban. 

Sebab generasi yang berakhlak akan menjaga negeri ini dengan hati nurani, sedangkan generasi yang kehilangan akhlak dapat menghancurkan negeri ini meskipun mereka memiliki ilmu, jabatan, dan kekuasaan.

Semoga para pemangku kebijakan tidak hanya sibuk mengatur pakaian yang membungkus tubuh, tetapi juga memikirkan bagaimana menyelamatkan akhlak yang membungkus jiwa. 

Sebab krisis terbesar bangsa ini bukan krisis kecerdasan, melainkan krisis moral dan akhlak.
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - FOCUS BERITA