JAKARTA-FOCUSBERITA.COM
Di tengah berbagai perbedaan suku, budaya, bahasa, dan adat istiadat, ada satu hal yang tidak boleh hilang dari bangsa ini, yaitu persaudaraan. Momen kebersamaan bersama warga Papua dalam rangka Musyawarah Nasional (Munas) Pro Jurnalis Siber (PJS) di Jakarta menjadi bukti bahwa Indonesia tidak dibangun oleh kesamaan, melainkan oleh semangat saling menghormati.
Papua bukanlah wilayah yang jauh dari Indonesia. Papua adalah Indonesia. Warga Papua bukan tamu di negeri ini, melainkan saudara sebangsa yang memiliki hak, martabat, dan kehormatan yang sama.
Sebuah foto bersama mungkin hanya berlangsung beberapa detik. Namun jika di balik foto itu ada rasa saling menghargai, saling merangkul, dan saling menguatkan, maka nilainya jauh lebih besar daripada sekadar sebuah dokumentasi.
Itulah makna sejati Bhinneka Tunggal Ika.
Sebagai insan pers, PJS memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi jembatan persatuan, bukan penyebar perpecahan.
Pers harus hadir membawa kesejukan, menghapus stigma, dan membangun ruang dialog agar setiap anak bangsa, dari Sabang sampai Merauke, merasa menjadi bagian yang utuh dari Indonesia.
TAK ADA JARAK DALAM PERSAUDARAAN. YANG ADA HANYALAH SATU TANAH AIR, SATU BANGSA, DAN SATU MERAH PUTIH.
Papua adalah saudara, dan persaudaraan sejati tidak pernah mengenal batas geografis maupun perbedaan warna kulit. Indonesia akan tetap kokoh selama anak bangsanya memilih untuk saling merangkul, bukan saling menjauh.
Ayo saling bersatu walaupun berbeda suku agama dan ras kita tetap bersatu saling asah saling asih dan saling asuh..
(Hatomi)

Social Header