TOBOALI – Keputusan Siswoyo, S.IP yang baru beberapa hari dilantik sebagai Kepala UPT PAM Toboali untuk mengundurkan diri menjadi perhatian publik.
Namun di balik keputusan tersebut, tersimpan sebuah pesan penting mengenai tantangan pelayanan air bersih yang membutuhkan perhatian bersama, khususnya dari pemerintah daerah.
Saat ditanya wartawan, Siswoyo menjelaskan bahwa salah satu kendala utama yang dihadapi UPT PAM saat ini adalah kekurangan satu unit pompa penyedot air. Kondisi tersebut menyebabkan suplai air kepada pelanggan belum dapat berjalan secara optimal sehingga kerap menimbulkan keluhan dari masyarakat.
Menurut Siswoyo, dirinya telah menyampaikan kebutuhan tersebut kepada pihak terkait. Namun berdasarkan informasi yang diterimanya, pengadaan pompa belum dapat dilakukan karena belum tersedia dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun berjalan.
"Permasalahan utama saat ini adalah kurangnya satu unit pompa penyedot. Akibatnya distribusi air kepada pelanggan sering terhambat.
Saya sudah menyampaikan kebutuhan tersebut kepada atasan, namun saat ini belum ada anggaran yang tersedia," ujarnya.
Siswoyo menegaskan bahwa pengunduran dirinya bukanlah bentuk kekecewaan terhadap siapa pun, melainkan sebagai langkah pribadi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat yang terus menuntut peningkatan pelayanan air bersih.
"Saya tidak ingin masyarakat beranggapan bahwa saya tidak bekerja. Padahal persoalan yang dihadapi memerlukan dukungan sarana dan anggaran. Karena itu saya memilih mengundurkan diri," katanya.
Peristiwa ini sekaligus menjadi gambaran bahwa pelayanan publik membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai. Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat sehingga keberlangsungan pelayanan harus menjadi perhatian bersama.
Masyarakat berharap persoalan teknis yang menyebabkan terganggunya distribusi air dapat segera memperoleh solusi. Dengan tersedianya sarana pendukung yang memadai, pelayanan kepada pelanggan diharapkan dapat kembali normal dan memenuhi kebutuhan warga.
Di sisi lain, langkah Siswoyo dinilai sebagai bentuk keterbukaan dalam menyampaikan kondisi yang dihadapi di lapangan. Terlepas dari keputusan yang diambilnya, persoalan utama yang menjadi perhatian publik saat ini adalah bagaimana pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat terus berjalan dengan baik.
Harapan besar kini tertuju kepada Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan agar dapat mencarikan solusi terbaik demi meningkatkan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat Toboali. Sebab pada akhirnya, yang paling penting bukanlah siapa yang memimpin, melainkan bagaimana kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara optimal. (Hatomi)

Social Header