Oleh HATOMI
Pimpinan media sumber berita
Gocusberita.com
BUMN dibentuk bukan untuk menjadi ladang kepentingan segelintir orang, melainkan sebagai penopang ekonomi negara dan pelayan kepentingan rakyat.
Namun ketika satu per satu BUMN mengalami kerugian hingga triliunan rupiah, publik tentu berhak bertanya: ini murni salah kelola, atau ada permainan kekuasaan di baliknya?
BUMN rugi dirutnya harus diganti.
Kerugian BUMN bukan persoalan kecil. Uang yang hilang bukan uang pribadi, melainkan uang negara yang berasal dari rakyat. Maka ketika sebuah perusahaan negara terus merugi, direksi dan seluruh jajaran manajemen wajib dievaluasi secara menyeluruh. Jangan sampai jabatan hanya dijadikan tempat mempertahankan kekuasaan sementara perusahaan terus tenggelam dalam utang dan kerugian.
Pergantian Dirut bukan sesuatu yang tabu apabila perusahaan gagal dijalankan dengan baik. Justru itu bentuk tanggung jawab moral dan profesional demi menyelamatkan aset negara. Semua jabatan strategis harus diperiksa dan dievaluasi secara objektif, agar publik tahu apakah kerugian terjadi karena ketidakmampuan mengelola perusahaan atau karena adanya kepentingan tertentu yang bermain di belakang layar.
Negara tidak boleh kalah oleh permainan elite. BUMN harus diisi oleh orang-orang yang berintegritas, profesional, dan benar-benar bekerja untuk kepentingan rakyat, bukan kepentingan kelompok ataupun politik kekuasaan.
Jika kerugian terus dibiarkan tanpa evaluasi tegas, maka yang menjadi korban akhirnya adalah rakyat sendiri. Karena setiap rupiah yang hilang di tubuh BUMN sejatinya adalah hak masyarakat yang ikut tenggelam bersama buruknya pengelolaan.

Social Header