Breaking News

Menjaga Marwah, Menata Masa Depan: Revitalisasi Lapangan Merdeka Bukan Sekadar Proyek, Tapi Janji Sejarah



Bangka Selatan-Focusberita.com— Di tengah derasnya arus pembangunan yang kerap melupakan akar sejarah, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan justru mengambil langkah berbeda. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan penata ruang (PUPR), revitalisasi Lapangan Sepak Bola Merdeka Toboali tidak sekadar menjadi proyek fisik, tetapi juga menjadi upaya menjaga marwah dan denyut sejarah masyarakat.

Dalam wawancara bersama awak media, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bangka Selatan, ELPAN RULYADI menegaskan bahwa Lapangan Merdeka bukanlah sekadar hamparan tanah dan rumput. 

Ia adalah saksi perjalanan waktu—tempat generasi demi generasi bertumbuh, bertanding, dan merajut kebersamaan.
“Revitalisasi ini bukan untuk menghilangkan jati diri Lapangan Merdeka, justru untuk mempertahankan marwahnya. Kami ingin nilai historisnya tetap hidup, sementara wajahnya kita tata lebih modern,” tegasnya.

Pernyataan itu bukan sekadar retorika. Di tengah kekhawatiran masyarakat akan perubahan yang berpotensi menggeser fungsi ruang publik, pemerintah daerah memastikan satu hal: Lapangan Merdeka akan tetap menjadi jantung olahraga masyarakat Toboali.

Ada kegelisahan yang sempat tumbuh di tengah warga—ketakutan bahwa modernisasi akan mengorbankan fungsi utama. Namun, Kepala Dinas PUPR dengan tegas meredam kekhawatiran itu.

“Kami tetap komitmen menjaga fungsi utama lapangan ini sebagai kawasan olahraga. Ini bukan akan berubah menjadi ruang komersial atau kehilangan identitasnya. Justru kita perkuat, kita percantik, tanpa mencabut akarnya,” ujarnya.

Lebih jauh, ia juga menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh terjebak pada romantisme masa lalu tanpa arah ke depan. Menurutnya, menjaga sejarah bukan berarti menolak perubahan.

“Kalau kita ingin maju, kita harus berani mengadakan perubahan ke depan, bukan terus-menerus berpikir ke belakang. Tapi perubahan itu harus tetap berpijak pada nilai dan identitas yang kita miliki,” tambahnya.

Revitalisasi ini dirancang bukan sekadar memperindah tampilan, tetapi juga meningkatkan kualitas fasilitas. Dari penataan tribun, UMKM harus kita hidupkan, hingga kualitas lapangan, semuanya diarahkan untuk memenuhi standar yang lebih baik—tanpa menghapus jejak sejarah yang telah melekat kuat.

Di sinilah letak nilai yang tak ternilai: pembangunan yang tidak melupakan asal-usulnya.
Lapangan Merdeka Toboali bukan hanya tempat bermain bola. Ia adalah ruang kenangan—tempat anak-anak belajar bermimpi, tempat pemuda menyalurkan semangat, dan tempat masyarakat berkumpul dalam kebersamaan yang sederhana namun bermakna.

Revitalisasi ini, jika dijalankan dengan hati dan komitmen, bukan hanya akan menghadirkan wajah baru. Ia akan menjadi simbol bahwa pembangunan bisa berjalan seiring dengan pelestarian nilai.
Di tengah zaman yang serba cepat, langkah ini menjadi pengingat: bahwa kemajuan sejati bukan hanya tentang apa yang dibangun, tetapi juga tentang apa yang tetap dijaga.

Dan Lapangan Merdeka Toboali—dengan segala sejarah dan harapannya—akan tetap berdiri, bukan hanya sebagai lapangan, tetapi sebagai identitas. (Hatomi)
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - FOCUS BERITA