Breaking News

TEROR AIR KERAS DI TOBOALI: Aktivis Muhammad Rosidi Diserang Brutal, Publik Bertanya “Siapa Takut Suara Kebenaran?”

TOBOALI – FOCUSBERITA.COM
Bangka Belitung kembali diguncang peristiwa mengerikan yang mengarah pada dugaan aksi teror terhadap aktivis. 

Kali ini, sasaran kekerasan adalah Muhammad Rosidi, sosok yang belakangan dikenal gencar-gencarnya menyuarakan berbagai dugaan kejahatan dan ketidakberesan di Bangka Belitung.
Peristiwa ini terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 sekitar pukul 22.30 WIB, di kawasan Simpang Ampera, Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.

Informasi yang diterima Focusberita.com menyebutkan, korban diserang secara tiba-tiba saat sedang mengendarai mobil. Pelaku diduga melakukan penyiraman cairan berbahaya yang diduga kuat air keras ke arah kendaraan korban.

Celakanya, kaca depan mobil korban sedang terbuka, sehingga cairan tersebut langsung menyambar tubuh korban.
Akibatnya, Muhammad Rosidi mengalami luka serius pada bagian wajah dan kaki. Saat ini korban masih menjalani perawatan di RSUD Gadung Toboali.


Ini Bukan Sekadar Penganiayaan, Ini Pesan Teror
Metode air keras bukan tindak kriminal biasa. Ini bukan sekadar aksi “iseng”, bukan sekadar emosi sesaat.

Ini adalah pola kekerasan yang dikenal sebagai teror yang kejam, karena menyasar tubuh manusia dengan tujuan merusak fisik permanen sekaligus menebar ketakutan.
Dan publik mulai bertanya keras:

Siapa yang ingin membungkam Muhammad Rosidi?

Siapa yang merasa terusik oleh suara lantangnya?

Siapa yang panik ketika kejahatan disorot terang-terangan?
Ketika Aktivis Dibungkam, Demokrasi Sedang Disiram Air Keras

Muhammad Rosidi bukan nama asing di kalangan masyarakat. Dalam beberapa waktu terakhir, ia disebut-sebut sedang aktif menyuarakan berbagai persoalan yang diduga berkaitan dengan tindakan kejahatan di Bangka Belitung.
Serangan ini pun memunculkan dugaan kuat bahwa aksi tersebut bukan sekadar kriminalitas biasa, melainkan bisa menjadi bagian dari upaya sistematis untuk menebar ancaman.

Jika benar demikian, maka ini bukan hanya serangan terhadap satu orang, tapi serangan terhadap rasa aman masyarakat dan kebebasan bersuara.

Aparat Penegak Hukum Jangan Diam: Tangkap Pelaku, Buka Terang Motifnya!
Masyarakat kini menanti langkah cepat dan tegas aparat penegak hukum. Tidak boleh ada kesan lamban. Tidak boleh ada kesan kasus ini akan menguap seperti asap.

Publik mendesak agar polisi segera:
melakukan olah TKP serius,
mengumpulkan rekaman CCTV di sekitar Simpang Ampera,
menelusuri kendaraan dan pergerakan pelaku,
serta mengungkap motif sebenarnya.

Karena jika pelaku dibiarkan bebas, maka pesan yang tersisa hanya satu:
siapa pun yang bersuara bisa diserang.

Bangka Belitung Darurat Teror?
Serangan air keras di jalan raya adalah bentuk tindakan yang sangat brutal. Ini bukan lagi soal kriminal, tapi soal ancaman nyata terhadap keamanan publik.
Jika peristiwa seperti ini tidak diusut tuntas, maka Bangka Belitung akan masuk pada fase mengerikan:
wilayah di mana kebenaran dibayar dengan luka.

Korban Masih Dirawat
Hingga berita ini diturunkan, Muhammad Rosidi masih menjalani perawatan intensif di RSUD Gadung Toboali akibat luka pada wajah dan kaki.

Pernyataan Redaksi
Focusberita.com menegaskan:
Negara tidak boleh kalah oleh teror.
Siapa pun pelakunya, siapa pun aktor di belakangnya, tindakan ini harus dibuka terang benderang.
Karena jika pelaku tidak segera ditangkap, maka bukan hanya Muhammad Rosidi yang menjadi korban.
melainkan seluruh masyarakat Bangka Belitung yang akan hidup dalam bayang-bayang ancaman.
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - FOCUS BERITA