Breaking News

PASAR DESA BIKANG: DIBANGUN JAUH DARI RAKYAT, MILYARAN RUPIAH DIBUANG KE SUNYISalah Perencanaan yang Disengaja atau Skema Halus Menghabiskan Anggaran?

Editorial Focusberita.com
Oleh H. HATOMI 
Pimpinan media sumber berita 

Pasar Desa Bikang, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, bukan sekadar bangunan gagal fungsi.
 Ia adalah simbol telanjang dari kebijakan yang memunggungi logika, akal sehat, dan kepentingan rakyat.

Fakta paling mencolok dan tak terbantahkan:
pasar ini dibangun jauh dari perkampungan.
Jauh dari pusat aktivitas warga.
Jauh dari denyut ekonomi masyarakat desa.

Maka menjadi pertanyaan serius:
bagaimana mungkin pasar rakyat ditempatkan di lokasi yang sejak awal sudah diketahui tidak strategis?
Jika para perencana mengaku tidak tahu, itu bentuk ketidakmampuan yang memalukan.
Jika mereka tahu tapi tetap membangun, maka itu kesengajaan yang patut dicurigai.

Pasar bukan sekadar bangunan fisik. Ia adalah ruang interaksi sosial dan ekonomi. Membangun pasar jauh dari rakyat sama artinya dengan membangun sekolah tanpa murid, pelabuhan tanpa kapal, atau rumah sakit tanpa pasien. Absurd, tetapi nyata terjadi di Desa Bikang.

Dana milyaran rupiah telah dihabiskan. Namun manfaatnya nihil. Tak ada denyut jual beli, tak ada pedagang menetap, tak ada geliat ekonomi. Yang tersisa hanyalah bangunan kosong—dan pertanyaan besar tentang ke mana arah kebijakan anggaran daerah ini berjalan.

Dalam prinsip pengelolaan keuangan negara, asas efektivitas, efisiensi, dan kemanfaatan adalah harga mati. Ketika pasar dibangun di lokasi yang secara logika publik sudah salah sejak awal, maka kegagalan ini bukan kecelakaan, melainkan produk dari keputusan kebijakan.

Pemerintah daerah tidak bisa berlindung di balik kalimat klasik: “sudah sesuai prosedur.”
Prosedur tanpa manfaat adalah pemborosan yang dilegalkan.

Perencanaan tanpa keberpihakan pada realitas sosial adalah pengkhianatan terhadap amanat rakyat.
Lebih menyakitkan lagi, di saat pasar mubazir berdiri kokoh, masih banyak warga yang membutuhkan sentuhan anggaran untuk sektor yang benar-benar hidup dan mendesak. Ketimpangan ini melahirkan satu kesimpulan pahit:
yang penting proyek jalan, bukan rakyat bergerak.

Focusberita.com menegaskan:
kasus Pasar Desa Bikang harus dibuka secara terang-benderang. Siapa yang menentukan lokasi? Siapa yang menyetujui perencanaan? Siapa yang bertanggung jawab atas dana publik yang terbuang?

Tanpa evaluasi terbuka dan audit yang jujur, bangunan ini akan menjadi monumen kesia-siaan, dan publik akan terus disuguhi pembangunan yang megah di atas kertas namun hampa di lapangan.

Rakyat tidak butuh pasar jauh dari mereka.
Rakyat butuh kebijakan yang dekat, jujur, dan berpihak.
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - FOCUS BERITA