Breaking News

"Jangan Jadikan Kementerian Agama Menjadi Kementerian Skandal."



EDITORIAL UTAMA 
Oleh H.HATOMI
Pimpinan media sumber berita Focusberita.com

Kementerian Agama bukan sekadar institusi birokrasi. Ia adalah rumah moral negara, penjaga nilai keimanan, etika, dan kejujuran publik. 

Maka ketika korupsi justru mencemari kementerian ini, yang terjadi bukan hanya kejahatan hukum, melainkan kehancuran simbolik bagi bangsa yang mengaku berketuhanan.

Korupsi di Kementerian Agama adalah pengkhianatan ganda.
Mengkhianati negara, karena anggaran rakyat yang diperuntukkan bagi pelayanan umat dijarah secara culas.

Mengkhianati Allah SWT, karena amanah suci diperdagangkan, ayat dijadikan hiasan bibir, sementara keserakahan menjadi praktik harian.

Di titik ini, korupsi bukan lagi sekadar tindak pidana. Ia berubah menjadi kejahatan moral tingkat tinggi. Sebab dilakukan di institusi yang seharusnya paling takut pada dosa, paling menjunjung amanah, dan paling menjaga keteladanan.

 Ketika moral runtuh di tempat ia seharusnya dijaga, maka runtuhlah kepercayaan umat dan wibawa negara.
Bagaimana mungkin bangsa ini diajak hidup jujur, jika institusi penjaga nilai justru mempertontonkan kebobrokan?

 Bagaimana mungkin umat diminta taat, jika pengelola urusan agama memperkosa amanah? Keteladanan mati sebelum dakwah dimulai.

Agama tidak boleh dijadikan tameng kejahatan.
Jubah suci tidak boleh menjadi perisai koruptor.
Dan jabatan atas nama agama tidak boleh menjadi jalan aman menjarah uang rakyat.

Focusberita.com menegaskan sikap: 
tidak boleh ada kompromi, tidak boleh ada tebang pilih, dan tidak boleh ada perlakuan istimewa dalam penegakan hukum atas kasus korupsi di Kementerian Agama. 
Siapa pun pelakunya, setinggi apa pun jabatannya, harus diseret ke meja hukum secara terbuka dan tuntas.
Membersihkan Kementerian Agama bukan sekadar agenda hukum, tetapi kewajiban moral dan spiritual negara. 

Jika institusi penjaga moral dibiarkan busuk, maka hukum akan kehilangan legitimasi, agama kehilangan makna, dan keadilan tinggal jargon kosong.
Jangan jadikan Kementerian Agama sebagai kementerian skandal.

Jika negara lalai membersihkannya, maka sejarah akan mencatat: kejahatan bukan hanya dilakukan oleh koruptor, tetapi juga oleh mereka yang membiarkannya.

Pada akhirnya, kami mengingatkan seluruh pejabat:
jabatan bersifat sementara, kekuasaan ada batasnya, tetapi pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT bersifat abadi.
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - FOCUS BERITA