Breaking News

"Tahun Baru Tanpa Euforia:Kita dukung himbauan Kapolres Basel".


Oleh: H. HATOMI 
Pimpinan Media Sumber Berita
Focusberita.com

Pergantian tahun sejatinya bukan sekadar hitungan mundur dan ledakan kembang api. 
Ia adalah cermin besar bagi nurani bangsa.

 Tahun baru seharusnya menjadi ruang muhasabah, bukan panggung hura-hura yang mengabaikan jerit duka saudara sebangsa.

Ketika Sumatera dan Aceh sedang diliputi duka, ketika air mata masih mengalir di rumah-rumah yang kehilangan, maka setiap dentuman petasan bukan lagi hiburan—melainkan luka baru bagi kemanusiaan.

Dalam konteks inilah, imbauan tegas Kapolres terkait larangan penggunaan kembang api patut didukung sepenuhnya, bahkan harus ditindaklanjuti secara nyata. Bukan semata soal ketertiban, tetapi soal akhlak publik dan empati sosial.

Agama Mengajarkan Kesadaran, Bukan Kegaduhan
Tidak ada satu pun agama yang mengajarkan kegembiraan di atas penderitaan orang lain.

Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak beriman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”

Maka patut kita bertanya dengan jujur:
Apakah kita rela tertawa ketika saudara kita sedang menangis?

Apakah pantas kita menghamburkan anggaran demi pesta, sementara di tempat lain ada yang kehilangan segalanya?

Jika jawabannya tidak, maka menahan diri adalah ibadah, dan menunda pesta adalah kemuliaan.
Tahun Baru Tanpa Euforia Adalah Kemenangan Moral
Justru di saat inilah bangsa ini diuji:

Apakah kita bangsa yang hanya pandai bersorak, atau bangsa yang mampu menundukkan ego demi solidaritas?

Media Sumber Berita menegaskan:
Tahun baru tanpa euforia bukanlah kemunduran, melainkan kemenangan nurani.
Tidak ada yang hilang ketika kembang api ditiadakan,
tetapi banyak yang diselamatkan ketika empati ditegakkan.

Alihkan Anggaran, Hidupkan Kemanusiaan
Daripada uang habis menjadi asap dan suara, alangkah lebih bermakna jika dialihkan untuk membantu saudara kita yang sedang berduka.

Di situlah letak makna sejati tahun baru:
mengganti hura-hura dengan kepedulian, mengganti pesta dengan doa.

Penutup
Media Sumber Berita mengajak seluruh elemen masyarakat:
Jadikan malam tahun baru sebagai malam doa dan refleksi
Hormati imbauan aparat sebagai bagian dari tanggung jawab moral
Tunjukkan bahwa bangsa ini masih memiliki hati dan rasa
Karena bangsa besar bukan diukur dari meriahnya pesta,
tetapi dari kepekaan nurani saat sesamanya terluka.

Semoga bermanfaat bagi kita semuanya.
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - FOCUS BERITA